PAGELARAN SENI KETHOPRAK TARUNO BUDOYO DESA KECAPI

Foto Pagelaran Kethoprak Humor "Taruno Budoyo" Desa Kecapi Kec. Tahunan Kab. Jepara (Foto By Den Diman)

KECAPI– (Sabtu, 19/8) PEMDES Kecapi beserta panitia HUT RI Ke-73 menggelar Pentas Seni Kethoprak di Halaman Balai Desa Kecapi, dibawah binaan Kamituwo Karanganyar Suliyanto pagelaran tersebut di konsep rapi dan ciamik. Tak hanya itu anggota kethoprak di ambil dari perangkat Desa, BPD, karang taruna, PKK, perguruan pencak silat dan dari kalangan masyarakat.

Kethoprak “Taruno Budoyo” sendiri baru di bentuk menjelang peringatan hari Kemerdekaan RI ke – 73 dengan gagasan Kamituwo dan Kasir Ketua TPK desa Kecapi yang disetujui oleh BPD sehingga sepakat untuk membuat grup Kethoprak Humor.

Kethoprak Humor “Taruno Budoyo” Kecapi (Foto By Den Diman)

Hampir sama dengan ludruk, ketoprak merupakan drama tradisional yang diperagakan oleh sebuah grup kesenian dan digelarkan di sebuah panggung dengan mengambil cerita dari sejarah, cerita panji, dongeng dan lainnya dengan diselingi lawak. Kesenian ini diiringi musik dari gamelan Jawa lengkap dengan tema ceritanya mengambil babad sejarah, cerita rakyat atau kerajaan sendiri.

Tema yang di usung oleh Kethoprak “Taruno Budoyo” yaitu Roro Jonggrang, yang mengisahkan seorang Bandung dari kerajaan Pengging, dengan perintah ayahandanya untuk menaklukkan Prambanan atau kerajaan Baka, Bandung diberikan Pusaka yang bernama Bondowoso dengan kesaktiannya pula ia pun di sebut Bandung Bondowoso yang sakti mandra guna. Akhirnya dengan kesaktiannya Bandung Bondowo berhasil meluluh lantakan kerajaan Baka atau Prambanan.

Pemeran Kethoprak “Taruno Budoyo” Kecapi Roro Jonggrang (Foto By Den Diman)

Pada saat Bandung Bondowoso tinggal di Istana Kerajaan Prambanan, dia melihat seorang wanita yang sangat cantik jelita. Wanita tersebut adalah Roro Jonggrang, putri dari Ratu Baka. Saat melihat Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso mulai jatuh hati. Dengan tanpa berpikir panjang lagi, Bandung Bondowoso langsung memanggil dan melamar Roro Jonggrang.

Namun Roro Jonggrang, berusaha menolak dan memberikan syarat kepada Bandung Bondowoso untuk dibuatkan seribu candi dalam satu malam. Awalnya bandung pun kaget dengan syarat Roro Jonggrang, tapi dengan kesaktiannya Bandung Bondowoso menyanggupi dan memerintahkan raja jin dan bala tentaranya untuk membantu menyelesaikan seribu candi dalam satu malam.

Roro Jonggrang yang menyaksikan pembangunan candi mulai gelisah dan ketakutan, karena dalam dua per tiga malam, tinggal tiga buah candi dan sebuah sumur saja yang belum mereka selesaikan. Roro Jonggrang kemudian berpikir keras, mencari cara supaya Bandung Bondowoso tidak dapat memenuhi persyaratannya. Setelah itu, Roro Jonggrang akhirnya menemukan jalan keluar. Dia akan membuat suasana menjadi seperti pagi,sehingga para Jin tersebut menghentikan pembuatan candi. Roro Jonggrang segera memanggil semua dayang-dayang yang ada di istana. Dayang-dayang tersebut diberi tugas Roro Jonggrang untuk membakar jerami, membunyikan lesung, serta menaburkan bunga yang berbau semerbak mewangi.

Mendengar perintah dari Roro Jonggrang, dayang-dayang segera membakar jerami. Tak lama kemudian langit tampak kemerah merahan, dan lesung pun mulai dibunyikan. Bau harum bunga yang disebar mulai tercium, dan ayam pun mulai berkokok. Melihat langit memerah, bunyi lesung, dan bau harumnya bunga tersebut, maka balatentara Bandung Bondowoso mulai pergi meninggalkan pekerjaannya. Mereka pikir hari sudah mulai pagi, dan mereka pun harus pergi.

Melihat Balatentaranya pergi, Bandung Bondowoso berteriak: “Hai balatentaraku, hari belum pagi. Kembalilah untuk menyelesaikan pembangunan candi ini !!!”

Mengetahui kegagalan Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang lalu menghampiri Bandung Bondowoso. “Kamu gagal memenuhi syarat dariku, Bandung Bondowoso”, kata Roro Jonggrang.

Mendengar kata Roro Jonggrang tersebut, Bandung Bondowoso sangat marah. Dengan nada sangat keras, Bandung Bondowoso berkata: “Kau curang Roro Jonggrang. Sebenarnya engkaulah yang menggagalkan pembangunan seribu candi ini. Oleh karena itu, Engkau aku kutuk menjadi arca yang ada di dalam candi yang keseribu !”

Berkat kesaktian Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang berubah menjadi arca/patung. Wujud arca tersebut hingga kini dapat disaksikan di dalam kompleks candi Prambanan, dan nama candi tersebut dikenal dengan nama candi Roro Jonggrang. Sementara candi-candi yang berada di sekitarnya disebut dengan Candi Sewu atau Candi Seribu.

 

Adm (DenD5n)

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan