Pelatihan Bank Sampah oleh Perpusda Kab. Jepara

Pelatihan Bank Sampah di Aula Balai Desa Kecapi Oleh Perpusda Kabupaten Jepara (Foto/Diman)

KECAPI_Diadakan Pelatihan Bank Sampah di desa Kecapi oleh Perpusda Kabupaten Jepara. Disampaikan dalam sambutannya Pj. Petinggi Ahmad Widiyanto, Kaitannya dengan sarana prasarana dan fasilitas Perpusdes sudah siap, disediakan wifi gratis bagi para pengunjung tapi dengan syarat menjadi anggota Perpusdes dulu baru bisa menggunakan internet sepuasnya. Ini dilakukan untuk menarik minat baca masyarakat dan  diharapkan dengan adanya Perpusdes  bisa menjadikan pusat ilmu, informasi dan pengetahuan baru bagi warga desa Kecapi.

Pelatihan Bank Sampah di Aula Balai Desa Kecapi Oleh Perpusda Kabupaten Jepara (Foto/Diman)

Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi agenda utama dalam program pengelolaan sampah di Indonesia. Keterlibatan masyarakat secara langsung dalam mengelola sampahnya, sudah gencar disosialisasikan oleh berbagai pihak dimulai dari upaya upaya mengurangi, memanfaatkan kembali sampai mendaur ulang sampah. Dibutuhkan kesadaran dan komitmen secara kolektif menuju perubahan sikap/perilaku serta perubahan etika berbudaya lingkungan.

“Potensi desa Kecapi yang luas wilayah dan penduduk, sehingga banyak sampah dan bisa dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Tinggal kemauan dari kelompok untuk membuat, mengelola secara optimal Bank Sampah di desa Kecapi. Dari pihak desa maupun dinas pun siap membantu” tutur Ahmad Widiyanto.

Berbagai sumber menyatakan tentang pengelolaan sampah adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan pengendalian timbulnya sampah, pengangkutan, pengumpulan, daur ulang/pembuangan dari material sampah. Maka harus mempertimbangkan faktor kesehatan lingkungan, teknologi, estetika, ekonomi dan faktor-faktor lainnya yang berhubungan erat dengan masyarakat.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. Bahwa pengelolaan sampah selama ini belum sesuai dengan metode dan teknik pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Disampaikan oleh narasumber Mimbaruddin bahwa sanya sampah merupakan sesuatu hal yang dihasilkan oleh manusia itu sendiri, peserta pelatihan akan diarahkan dalam pembentukan komunitas Bank Sampah yang ada di Desa Kecapi.

Dalam pembentukan komunitas bank sampah untuk pengelolaan sampah, membentuk komuitas melalui dari RT masing-masing untuk menjadi cabang bank sampah dari induk bank sampah yang ada di Balai Desa.

Fungsi dari induk bank sampah yang ada di desa adalah sebagai tempat/ wadah dalam pengembangan cabangan bank sampah dari RT masing-masing desa Kecapi. Dengan pengelolaan bank sampah yang baik dan benar akan menghasilkan nilai ekonomis dan meningkatkan kesejahteraan bagi warga desa Kecapi.

Disampaikan oleh Kabid Perpustakaan Kab. Jepara Agung Partono Tujuan dari pelatihan Bank Sampah ini adalah untuk memotivasi dan menularkan spirit peduli lingkungan serta meningkatkan kemampuan untuk mengelola sampah secara mandiri maupun secara kelompok dan diharapkan nantinya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kenapa pelatihan bank sampah ini Perpustakaan Daerah yang menangani ? Mengarah pada fungsi dari Perpustakaan Daerah yaitu sebagai sarana dan tempat untuk pendidikan, sebagai tempat untuk bidang kesehatan, dan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat”. Imbuh Agung Partono.

(Adm/Diman)

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan